Handouts Pengorganisasi
Kelompok Masyarakat Siaga Bencana (KMSB)
Di sampaikan Untuk Wilayah Klaten
Oleh : Thres Sanctyeka
31.08.2009 31.08.2009 Seite 1
1
DAFTAR ISI
• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Apa itu Bencana ? Pengelompokan Bencana Apa itu Ancama Apa itu Kerentanan/Kerawanan Rangkaian Kerentanan Penyebab yang Mendasari / Akar Masalah TekananTekanan-tekanan Dinamis Kondisi Tidak Aman Apa itu Kapasitas atau Kemampuan ? Aset Penghidupan Jenis Kemampuan / Kapasitas Sekaligus Kerentanan Bentuk Kerentanan fisik Bentuk Kerentanan Sosial Bentuk Kerentanan Sikap Cara Menilai Kemampuan dan Kerentanan Landasan Pengurangan Risiko Bencana Apa itu Mitigasi Bencana ? Bentuk Kegiatan Mitigasi Apa itu Tanggap Darurat ? Bentuk Kegiatan Tanggap Darurat Apa itu Rekonstruksi dan Rehabilitasi Bentuk Kegiatan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Apa itu Kelompok Masyarakat Siaga Bencana (KMSB)? Struktur Organisasi Dasar yang Dibutuhkan Siapa Saja yang Dapat Masuk Kedalam KMSB? Contoh Formulir Pencatatan KSMB? Contoh Ringkasan Tugas KSMB Jenis Ancaman Gempa Bumi Apa yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Gempa? Apa yang Dilakukan Setelah Gempa? Jenis Ancaman Banjir Apa yang Harus Dilakukan Untuk MEngurangi Risiko Banjir? Apa yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Banjir ? Apa yang Harus Dilakukan Setelah Banjir? Daftar Refrensi 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37
2 31.08.2009 Seite 2
APA ITU BENCANA ?
Peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan menggangu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh fakto alam dan atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis
3 31.08.2009 Seite 3
PENGELOMPOKAN BENCANA
Bencana Alam : Bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi,tsunami, gunung meletus, Banjir, Kekeringan, angin topan dan tanah longsor Bencana Non Alam : Bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa non alam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi dan wabah penyakit
Bencana Sosial : Bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antar kelompok, atau antar komunitas masyarakat dan terot
4 31.08.2009 Seite 4
APA ITU ANCAMAN ?
Suatu kejadian atau peristiwa yang bisa menimbulkan bencana
Gunung Merapi
Banjir
Longsor
Gempa Bumi
Kekeringan
Putting beliung
5 31.08.2009 Seite 5
APA ITU KERENTANAN /KERAWANAN ?
Adalah kondisi atau karakteristik geologis, biologis, geologis, klimatologis, geografis, sosial budaya, politik, ekonomi dan teknologi pada suatu wilayah Dalam jangka waktu tertentu yang mengurangi kemampuan mencegah, meredam, mencapai kesiapan, dan mengurangi kemampuan untuk menanggapi dampak buruk bahaya tertentu
6 31.08.2009 Seite 6
7
AKAR MASALAH AKAR MASALAH
TEKANAN DINAMIS TEKANAN DINAMIS
RANGKAIAN KERENTANAN
KOND TDK AMAN KOND TDK AMAN
ANCAMAN ANCAMAN
BENCANA
31.08.2009
Seite 7
PENYEBAB YANG MENDASARI / AKAR MASALAH
Sekumpulan faktor yang sudah mengakar pada masyarakat yang secara bersama membentuk dan menjaga kerentanan Akses terbatas terhadap sumberdaya lemah Ideologi lemah Sistem ekonomi buruk
8 31.08.2009 Seite 8
TEKANAN-TAKANAN DINAMIS
Proses perubahan yang memungkinkan penyebab negatif masuk ke dalam kondisi tidak aman; terjadi karena fasilitas dasar kurang atau tekanan lebih besar. Kurangnya: Institusi lokal Pendidikan / Pelatihan / Ketrampilan Investasi & pasar lokal Kepedulian lingkungan
9 31.08.2009 Seite 9
KONDISI TIDAK AMAN
Kondisi kerentanan dimana orang-orang atau properti terbuka untuk melemahkan Lingkungan fisik yang rentan Lokasi berbahaya Infrastruktur berbahaya / tidak layak guna Ekonomi / Penghasilan keluarga lemah Kehidupan berisiko
31.08.2009
10 Seite 10
APA ITU KAPASITAS ATAU KEMAMPUAN ?
Kekuatan dan sumber-sumber yang dimiliki oleh perorangan, rumah tangga dan komunitas yang membuat mereka mampu mencegah, mengurangi, siap siaga, menanggapi dengan cepat atau segera pulih dari suatu bencana
31.08.2009
11 Seite 11
ASET PENGHIDUPAN
(SEBAGAI SUMBER KEMAMPUAN SEKALIGUS KERENTANAN)
HUMANE (sikap, motifasi, kebiasaan, kepandaian, jenis kelamin, usia, kelengkapan anggota badan dan fungsi indra, dan lain-lain) NATURAL (bentang alam, tanah, tumbuhan, binatang, air, dan lain-lain) PHYSIC (infrastruktur, makanan, SOCIAL (keluarga, organisasi, kelembagaan, jaringan sosial dan lain-lain) FINANCIAL (keuangan, akses pinjaman, pekerjaan)
12 Seite 12
31.08.2009
JENIS KEMAMPUAN/KAPASITAS SEKALIGUS KERENTANAN
MATERIAL Uang kontan, tanah, alat, makanan, pekerjaan, akses ke kredit/pinjaman uang SOSIAL/KELEMBAGAAN Jaringan sosial, relasi kekeluargaan, lembaga kesejahteraan setempat dan nasional SIKAP/MOTIFASI Rasa percaya diri, mengendalikan, kekuasaan, kemampuan
13 Seite 13
31.08.2009
BENTUK KERENTANAN FISIK
Letak rumah penduduk, ladang, infrastruktur, pelayanan dasar yang berbahaya, Rancangan dan bahan bangunan rumah dan bangunan Sumber penghidupan yang tak aman dan berisiko Tak punya ketrampilan dan latar belakang pendidikan yang memadai Sumber alam yang terlalu dieksploitasi Tak punya akses dan kontrol terhadap sarana produksi (tanah, sarana pertanian, ternak, modal) Tidak memadainya mekanisme kemunduran ekonomi Kurangnya pelayanan dasar: pendidikan, kesehatan, air minum yang aman, perumahan, sanitasi, jalan, listrik, komuniksi Terpapar pada kekerasan (rumah tangga, konflik masyarakat atau perang)
31.08.2009 14 Seite 14
BENTUK KERENTANAN SOSIAL
Praktek yang tidak adil, tidak adanya akses ke proses politik Kabar bohong (Rumor), pembedaan, konflik: suku, kelas, kepercayaan, kasta, ideologi Tak ada atau lemahnya organisasi masyarakat (informal, pemerintah, masyarakat asli) Tak ada atau diabaikannya hubungan dengan pemerintah, Terisolasi dari dunia luar Keluarga atau struktur kekerabatan yang lemah Tak adanya kepemimpinan, inisiatif, struktur organisasi untuk memecahkan masalah atau konflik Pengambilan keputusan yang tidak tepat, masyarakat/kelompok tidak diikutsertakan Ketidaksetaraan partisipasi dalam urusan kemasyarakatan
31.08.2009 15 Seite 15
BENTUK KERENTANAN SIKAP
Sikap negatif terhadap perubahan Kepasifan, fatalistik, tak punya harapan, ketergantungan Tak ada inisiatif, tak ada ‘semangat juang’ Tak ada kesatuan, kerjasama, solidaritas Kepercayaan/ideologi negatif Ketidaksadaran mengenai bahaya dan akibatnya Ketergantungan pada bantuan luar/sikap pengemis
31.08.2009
16 Seite 16
CARA MENILAI KEMAMPUAN dan KERENTANAN
Aspek
Bahaya potensial & unsur berisiko – waktu tekanan, kelaparan, penyakit, hutang
Teknik dan Alat
Peta bahaya Kalender musim
Kerentanan fisik
Tingkat kerentanan Kerentanan lembaga/sosial Kerentanan motivasi/sikap Memprioritaskan kerentanan
Transek
Analisis mata pencaharian Analisis Jaringan Kelembagaan dan Masyarakat Wawancara semi terstruktur Diskusi Kelompok Terfokus Pohon masalah Ranking
31.08.2009
17 Seite 17
LANDASAN PENGURANGAN RISIKO BENCANA
1 Landasan Global
1.
Resolusi PBB: komitmen pemerintah, berdayakan masy, kurangi korban dan kerugian dampak bencana Strategi Yokohama: padukan PRB dalam pembangunan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana Kerja Aksi Kerangka Hyogo: padukan PRB dalam pembangunan, kuatkan mekanisme dan kelembagaan, pendekatan komprehensif
2.
3.
2 Landasan Regional
1.
Rencana Aksi Beijing; (a) Kesepakatan Asia untuk PRB sebagai prioritas utama, (b) Melaksanakan kerjasama regional di Asia dalam PRB Perjanjian Regional ASEAN: kerjasana kawasan untuk pengurangn risiko bencana, dan penanganan kedaruratan bencana
2.
3 Landasan Nasional
1.
2.
Rencana Jangka Menengah (RPJM); Program dan kegiatan berkaitan dengan PRB oleh sektor-sektor terkait Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2008, kebijakan: a. PRB melalui pendaya gunaan rencana tata ruang wilayah b. Meningkatnya kesiapan kelembagaan dan masyarakat c. UU NO 24 /2007. Penanggulangan Bencana d. PP 21, 22, 23 / 2008 (Juknis dari UU no 24) e. Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Bencana Peraturan Daerah yang mengatur mengenai Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Peraturan Daerah yang mengatur mengenai Rencana Tata Ruang dan Wilaya (RTRW) Peraturan Pimpinan Daerah yang mengatur mengenai Rencana Aksi Daerah Pengurangan Risiko Bencana 18 31.08.2009 Seite 18
4 Landasan Daerah
1.
2. 3.
APA ITU MITIGASI BENCANA ?
Mitigasi bencana adalah rangkaian upaya untuk mengurangani risiko bencana baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran peningkatan kemampuan didalam menghadapi ancaman
31.08.2009
19 Seite 19
BENTUK KEGIATAN MITIGASI
Membuat penahan ombak (konservasi mangrove) Membuat tanggul atau bendungan Membuat sistem terasering Membuat mekanisme sosial kontrol dimasyarakat dalam hal pemeliharaan lingkungan Melakukan pelatihan, penyebaran informasi
31.08.2009
20 Seite 20
APA ITU TANGGAP DARURAT ?
Serangkaian kegiatan yang dilakukan pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan yang meliputi penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, Perlindungan, Pengurusan fungsi, Penyelamatan serta pemulihan sarana prasarana
31.08.2009 21 Seite 21
BENTUK KEGIATAN TANGGAP DARURAT
Evakuasi Pencarian dan penyelamatan Penanganan penderita gawat darurat Pengkajian cepat kerusakan dan kebutuhan Penyediaan kebutuhan dasar, sanitasi dan konseling Pemulihan segala fasilitas vital (jalan, rumahsakit, rumah ibadah, MCK)
22 Seite 22
31.08.2009
APA ITU REKONSTRUKSI DAN REHABILITASI ?
REKONSTRUKSI : Pembangunan kembali semua sarana prasarana , kelembagaan pada wilayah paska bencana baik pada wilayah pemerintah maupun pada tataran masyarakat dengan sasaran utama tumbuh dan berkembangnya pada kegiatan perekonomian, sosial budaya tegaknya hukum dan ketertiban dan bangkitnya peran serta masyarakat dalam segala aspek kehidupan masyarakat diwilayah paska bencana REHABILITAS : Perbaikan dan pemulihan semua aspek pelayanan publik atau masyarakat sampai tingkat yang memadai pada wilyaha paska bencana dengan sasaran utama untuk normalisasi atau berjalannya secara wajar semua aspek pemerintahan dan kehidupan masyarakat pada wilayah bencana
31.08.2009
23 Seite 23
BENTUK KEGIATAN REKONSTRUKSI DAN REHABILITASI Perbaikan jalur transportasi vital Perbaikan rumah warga Perbaikan Sarana prasarana kesehatan Perbaikan rumah ibadah dan pertemuan warga Perbaikan sarana prasarana produksi Perbaikan sarana prasarana Pendidikan
31.08.2009
24 Seite 24
APA ITU KELOMPOK MASYARAKAT SIAGA BENCANA ?
Merupakan kelompok masyarakat yang terdiri dari perempuan maupun laki-laki yang peduli terhadap Pengurangan risiko bencana
31.08.2009
25 Seite 25
STRUKTUR ORGANISASI DASAR YANG DIBUTUHKAN
Secara umum organisasi ini memiliki struktur yang tidak jauh berbeda dengan organisasi lainnya, namun yang membedakan adalah fungsi pada masing-masing struktur lebih diarahkan pada proses tanggap terhadap pengurangan risiko bencana tentunya dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan kapasitas masyarakat setempat : Fungsi yang diperlukan dalam struktur organisasi siaga bencana adalah : 1. Fungsi Administrasi/pendokumentasian 2. Fungsi Siaga 3. Fungsi Tanggap darurat 4. Fungsi Komunikasi 5. Fungsi Logistik
31.08.2009
26 Seite 26
SIAPA SAJA YANG DAPAT MASUK KEDALAM KELOMPOK SIAGA BENCANA?
Wakil-wakil organisasi desa Kelompok Perempuan Kelompok Karang taruna Pengurus POSYANDU Kelompok Pengajian Individu mampu di lingkungan setempat Kriteria Anggota Kelompok Sehat Mewakili suatu kelompok Punya kemauan dan punya waktu untuk terlibat (atau berdasarkan kesepakatan yang dibentuk bersama dengan mengedepankan asas kebersamaan)
27 Seite 27
31.08.2009
CONTOH FORMULIR PENCATATAN KELOMPOK SIAGA MANDIRI
No 1 2 3 4 5 6 7 Nama Sutrisno Didi Prayitno Redi Sitomorang Rini Wulandari Wulandari Suroso Regu Seksi Siaga Regu Pemetaan & Peringatan dini Seksi Tanggap darurat Jabatan Koordinator Anggota Koordinator Telf 08122xxxx 08122xxxx 08122xxxx 08122xxxx 08122xxxx 08122xxxx Alamat Rt 04 /06 Rt 05/06 Rt05/06 Rt 06/06 Rt 07/06 Rt 08/06
Regu Penyelamatan Anggota dan Pengungsian Regu Logistik Seksi Dokumentasi Anggota Anggota
Tanggal Pengisian Petugas
: 26 Juni 2009 : Suroso
31.08.2009 28 Seite 28
CONTOH RINGKASAN TUGAS KELOMPOK SIAGA BENCANA
Sumber : Panduan Umum PBBM IDEP, 2007
31.08.2009
29 Seite 29
JENIS ANCAMAN
GEMPA BUMI
Berdasarkan Asalnya Gempabumi tektonik Gempabumi volkanik Gempabumi runtuhan Berdasarkan kedalaman sumber gempa Dangkal ( 300 km)
PENYEBAB
31.08.2009
30 Seite 30
APA YANG HARUS DILAKUKAN SAAT TERJADI GEMPA ?
Bila kita berada dalam bangunan maka yang harus dilakukan adalah mencari tempat perlindungan, seperti di bawah meja yang kuat, dibawah dipan (tempat tidur), dibawah gawang pintu atau tempat lainnya yang sekiranya memiliki daya tahan yang kuat untuk bisa melindungi kita. Tetap disana namun bersiap untuk pindah. Tunggu sampai goncangan berhenti dan aman untuk bergerak Menjauhlah dari jendela kaca, perapian, kompor atau peralatan rumah yang memungkinkan terjatuh dikarenakan goncangan akibat gempa. Jika malam hari kita berada di tempat tidur, jangan lari keluar. Cari tempat yang aman dan dapat melindungi anda. Jika gempa berhenti, periksalah seluruh anggota keluarga kita, dan bergeraklah mencari tempat yang aman. Sebagai persiapan, sebaiknya kita selalu menyiapkan senter di dekat tempat tidur kita. Ini akan membantu ketika terjadi gempa dan lampu semuanya mati Jika kita berada di tempat keramaian, carilah perlindungan di tempat yang lebih terbuka, jauh dari pepohonan besar, bangunan serta hindari retakan tanah akibat gempa Jika posisi kita berada di pegunungan atau di wilayah yang berdekatan dengan lereng. Waspadalah terhadap reruntuhan batu atau retakan tanah yang dapat menjadikan tanah longsor Jika posisi kita berada di wilayah pantai, bersegeralah mencari tempat yang lebih tinggi. Karena gempa disekitar pantai dapat disusul kemudian oleh tsunami.
31.08.2009 31 Seite 31
APA YANG DILAKUKAN SETELAH GEMPA
Periksa apakah ada luka pada diri kita sendiri. Setelah kita bisa menolong diri kita sendiri, barulah kita bisa menolong orang lain/keluarga kita yang terluka. Periksa keamanan disekitar kita. Seperti - apakah ada api yang dapat menyebabkan kebakaran, apakah ada kabel listrik yang terbuka yang membahayakan - untuk itu kita harus segera mematikan meteran listrik. Barang-barang yang rapuh dan dapat terjatuh dan menimpa kita, oleh karena itu perhatikan atap rumah, atau barang-barang yang ditaruh di bagian atas (lemari, digantungan atau di atap) Kalau memungkinkan segeralah menggunakan pakaian yang dapat melindungi kita secara tidak langsung. Sperti menggunakan celana panjang, baju lengan panjang, menggunakan sepatu serta sarung tangan Bantulah orang lain yang memerlukannya. Kelompok yang dianggap rentan dan perlu segera mendapatkan bantuan seperti ; orang tua, anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui dan orang-orang cacat Bersihkan pecahan-pecahan kaca atau singkirkan paku yang dari bangunan yang rusak Waspada terhadap gempa susulan. Sering sekali gempa susulan dapat berdampak lebih besar dikarenakan retakan yang terjadi pada gempa pertama.
31.08.2009
32 Seite 32
JENIS ANCAMAN
BANJIR
PENYEBAB
•Hujan yang panjang dan besar •Erosi tanah yang menjadikan permukaan tanah •tidak memiliki daya serap •Buruknya penanganan sampah •Perubahan lahan yang tidak sesuai dengan •fungsinya •Bendungan dan saluran air yang rusak •Tidak adanya tanaman/vegetasi
33 Seite 33
31.08.2009
APA YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MENGURANGI RISIKO BANJIR ?
Buat sumur serapan bila memungkinkan Tanam lebih banyak pohon besar Membentuk kelompok masyarakat yang siaga Membangun atau menetapkan jalur evakuasi bila terjadi banjir Menjaga kebersihan saluran air limbah Memindahkan tempat hunian ke daerah bebas banjir Meninggikan bangunan rumah Membuat upaya pembuatan kanal atau saluran dan bangunan pengendali banjir Menjaga daerah resapan air
34 Seite 34
31.08.2009
APA YANG HARUS DILAKUKAN SAAT TERJADI BANJIR ?
Segera menyelematkan diri kedaerah yang lebih tinggi dan aman Selamatkan barang-barang berharga Selalu memantau kondisi air setiap saat Pergunakanlah tanda-tanda yang mencolok untuk dapat memanggil bantuan (kain berwarna mencolok, membunyikan sesuatu) Jika memungkinkan bawalah air bersih dalam botol minuman secukupnya
31.08.2009 35 Seite 35
APA YANG HARUS DILAKUKAN SETELAH BANJIR ?
Gunakan air bersih untuk beraktivitas (mencuci, memasak) pergunakan sabun jika memungkinkan. Masaklah air hingga mendidih sebelum digunakan Bersihkanlah lingkungan sekitar agar dapat dijadikan tempat beristirahat Buatlah MCK darurat yang terjaga sanitasi dan kebersihannya Jika memungkinkan buatlah dapur umum ditempat yang mudah terjangkau dan aman
31.08.2009
36 Seite 36
DAFTAR REFRENSI
Bappeda Provinsi Jawa Tengah & GTZ GLG, 2009. Pedoman Penyusunan Rencana Aksi Daerah Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten dan Kota. Semarang IDEP Foundation, 2007. Panduan Umum “ Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat”. Bali Oxfam GB, 2003. Emergency Responsive Modul. England Paripurno. E T, 2007. Management Risiko Bencana. Yogyakarta UU no 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Jakarta
31.08.2009
37 Seite 37